Tugas yang diberikan kepada kita merupakan amanah dari Allah yang harus kita kerjakan. Semakin banyak amanah yang diberikan kepada kita hal itu menandakan bahwa orang lain menaruh kepercayaan terhadap kita. Jadi, jangan sampai kita melalaikannya.
Setelah lulus SMA di tahun 2012, aku langsung merantau ke Kota Banjarbaru. Aku mengabdikan diri di salah satu Sekolah Islam Terpadu Insantama di Banjarbaru, tepatnya di Jalan Pondok Bambu Komp. Kampus Insantama Loktabat Utara, Banjarbaru. Di sinilah aku sekarang tinggal, di asrama SMP-nya. Di pagi hari aku belajar mengajar di SD, dan sore hari sampai pagi lagi aku mendampingi siswi SMP di asrama. Di sini aku bersama beberapa temanku ditempa dan dibimbing menjadi pendidik yang tangguh. Di sini juga kami dibiayai oleh Yayasaan Bina Insantama untuk kuliah di STKIP PGRI Banjarmasin di Banjarbaru. Aktivitas kami berputar pada sekolah, kampus, asrama, dan dakwah. Begitulah kehidupan kami hingga sampai sekarang.
Aku mengambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan lulus pada tahun 2016. Aktivitasku berkurang satu, hanya sekolah, asrama, dakwah. Aku berpikir dengan selesainya kuliah, paling tidak aku sudah lepas tanggungan dari tugas-tugas kuliah yang sangat menguras tenaga dan pikiranku. Tapi, ternyata amanah dan tanggunganku malah semakin bertambah. Banyak amanah baru yang kuterima baik di sekolah maupun dakwah.
Dengan banyaknya aktivitasku terkadang membuatku lebih sering protes dan mengeluh capek. Seakan-akan tidak ada celah untuk beristirahat sekadar meregangkan tulang-tulang dan persendianku. Namun, semua ini sudah menjadi tugas dan bagian dari seorang pendidik dan hamlud dakwah. Aku telah disadarkan dengan ayat Allah dalam Alquran yang berbunyi, "Allah tidak akan memberi beban di luar kemampuan hamba-Nya". Aku yakin dengan banyaknya aktivitas dan agenda serta amanah yang kuterima Allah pasti memberikan kekuatan dan kemampuan kepada diriku untuk menjalankannya.