Kebahagiaan terbesar yang tak terkira adalah ketika berkumpul bersama keluarga.
Keluarga segalanya bagiku.
Nampaknya sederhana, tapi kita punya mimpi yang tinggi.
Mimpi yang tak boleh sederhana, walau kami terlahir dari keluarga yang sederhana.
Kami terlahir dari dua sosok yang sangat menginspirasi.
Dua sosok itulah yang menjadikan kami bisa punya mimpi.
Mimpi yang tak bisa dianggap remeh. Karena mimpi kami begitu besar.
Terlebih, mimpi seorang kakak yang luar biasa.
Entah, mimpi seperti apa yang sudah ia buat.
Entahlah. Yang kutahu dia punya mimpi besar.
Namun, mimpi itu seketika kandas direnggut oleh waktu.
Mimpi yang ia rajut bersama sang imam yang sangat ia cintai. Kini, mimpi itu memudar yang akhirnya kandas bersama hembusan terakhir sang suami.
Tak ada lagi yang sang imam di sisinya. Menjadikan ia mulai goyah. Tapi, dengan berbagai keyakinan dan kekuatan yang tersisa. Ia mulai sadar dan kembali membangun mimpi itu. Karena Allah tidak pernah tidur, membiarkan hamba-Nya sendiri dengan mimpi2 itu. Suatu saat mimpi itu akan menjadi nyata.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar